Hukum forex halal
Pelaburan di Mecca Hotel islâmico Ustaz, saya ada terima mesej ini. 8220Mecca fundo pernah wujud suatu masa lalu8230.macam2 kritikan diterima8230.namun pujian dan sokongan adalah lebih ketara8230 .. Namun kini Makkah Islamic Hotel lebih kemas de mengambilkira faktor syariah. 8230 Konsep perniagaan bersama iaitu tajaan perkongsian bilik hotel2 (quarto islâmico de compartilhamento de hotéis) di tanah haram Makkah amp Madinah adalah suatu perniagaan yg jelas dlm Islam82308230 Cuma tidak didaftarkan di Malásia kerana perniagaannya di dua Tanah Haram yg suci ini8230. Sistem perniagaan sudah pasti jelas di segi syarak8230 Di mana ahli2 yg menyertainya dapat keuntungan yg sepatutnya spt yg sepatutnya dlm sistem perniagaan Islam ... Perniagaan perkongsian bilik hotel ini adalah sesuatu yg wujud Keuntungan adalah adil buat ahli mengikut keuntungan setiap bulan yg tidak tetap8230. Tidak seperti sebahagian perniagaan yg hanya membahagikan keuntungan sekali setahun8230.pada kadar yg sgt sedikit dan nampak tidak adil bagi setiap Org8230 Sedangkan perniagaan adalah 910 keuntungan kejayaannya berbanding bidang2 yg lain dlm pencarian rezki8230 Tidak timbul riba dan penipuan dlm Islamic Hotel (IH) 8230.Bahkan Ramai yg berjaya dilahirkan por telefone IH sebagai hartawan dermawan islamik82308230 .. Bahkan berapa banyak pula madrasah2 Islã yg menumpang keselesaan hasil perniagaan yg islamik ini8230. 8220. 8230yang pasti setiap sementes yg halal belum tentu barokah disebabkan pengusahanya yg lalai8230 Namun setiap yg barokah pasti halal dan ibadah82308221 Inilah Makkah Islamic Hotel. Apa pandangan ustaz Mana mana peniaga yang mana perniagaannya berjaya tidak akan berkongsi keuntungan dengan orang lain dengan mudah. Pengusaha hotel yang berjaya atau pengusaha pakej umrah yang berjaya juga tidak berminat nak kutip modal yang kecil dengan perkongsian keunutungan. Kenapa tidak didaftarkan secara rasmi di bawah ROC dan kenapa tidak disenaraikan sahamnya kepada pelabur (public listed) di Bursa Malásia Kalau didaftarkan di Saudi mesti juga terikat dengan peraturan pendaftaran syarikat di sana. Ini menimbulkan pelbagai persoalan gharar, jahalah pada subjek matter perniagaan, aliran keluar masuk duit ketidakadilan dan lain persoaan dan masalah kepada pelabur8221rakan kongsi8221. Jelas masih ada gharar dan jahalah kerana tidak ada pendaftaran yang sah, laporan kewangan yang diaudit dan laporan transaksi yang sebenar. Apakah faktor penambahbaikan pematuhan SyariaH yang dilakukan setelah ditukar nama baru Nama lama Mecca Fund sudah diisytihar haram oleh JAKIM. Siapakah penasihat Syariah yang bertanggungjawab Nak bina madarasah. I tidak ada kena mengena dengan pelaburan, ia adalah aqad yang berbeza. Di dalam Islam matlamat tidak menghalalkan cara. Kerja membina madrasah tidak boleh dijadikan alasan untuk 8220mengahalalkan8221 pelaburan yang tidak patuh Syariah. Keberkatan Keberkatan adalah dikaitkan dengan sumber pendapatan yang halal dan patuh Shariah pada perolehan dan juga perbelanjaan harta pada perkara yang dibenarkan dan digalakkan oleh Syarak. Bagaimana ada pihak yang mendakwa mendapatkan keberkatan pada pelaburan atau perkongsian pada perkara yang tidak jelas dan tidak diketahui perkara sebenar yang diniagakan dan cara perolehan keuntungan serta risiko yang berkait. Rasulullah melarang jual beli gharar. () Maksud: 8220Rasulullah melarang jual beli (dengan membaling) anak batu dan jual beli gharar.8221 Kalau tidak berlaku transaksi sewaan bilik dengan sebenar maka ia adalah penipuan. Rasulullah bersabda: () Maksud: 8220Sesiapa menipu, maka dia bukan dari kami8221 Adapun menjajikan pulangan yang tetap, walaupun pada kadar mínimo, i bercanggah dengan konsep pelaburan di dalam Islam tak kira samada ia berteraskan aqad Mudharabah, wakalah atau sebagainya. Adalah mustahil sewaan hotel penuh sepanjang tahun. Ada masanya Kerajaan Arab Saudi tidak membuka visa Umrah. Selain daripada musim haji atau Ramadan, kebanyakan harga hotel menjadi murah kerana persaingan dan ada bilik bilik hotel yang tidak ada penghuni langsung. Menjanjikan pulangan tetap walaupun pada kadar minima bersama dengan jaminan modal asal menjadikan aqad pelaburan tadi aqad ribapinjaman berfaedah, dinheiro jogo dan bukan keuntungan daripada transaksi sebenar. Pelaku riba adalah seumpama berperang dengan Allah dan Rasulnya. Adalah haram menganjurkan programa pelaburan tidak patuh Syariah, memasarkannya atau melabur padanya. Bukan kerugian wang ringgit sahaja yang menunggu tetapi dosa riba, dosa penipuan di samping ketiadaan keberkatan. Wallahua8217lam. Apa Hukum Jual Beli Saham dan Valas atau Forex Assalamualikum wr. Wb. Dakwatuna 8211 Saya mau tanya menurut Islam hukum dari jual beli saham dan valas (forex) itu halal, boleh, makruh atau haram Dan dasar hadis atau ayatnya apa (pertanyaan via FB oleh Barja Ramadani) Waalaikum salam wr wb. Bapak Barja Ramadani yang dirahmati Allah, berikut jawaban saya terhadap pertanyaan bapak. Saya jawab dengan penjelasan agak detalhe supaya penjelasannya lengkap. Ketentuan hukum Islã Terkait Jual beli Saham Saham hukum boleh menurut syariah jika memenuhi ketentuan sebagaimana yang akan disebutkan. Ketentuan yang dimaksud adalah: Saham harus memiliki subjacente ao activo yang melandasinya. Oleh karena itu asset saham tidak boleh berbentuk uang saja. Saham harus berbentuk barang (tidak boleh menjual saham yang berbentuk uang). Pada prakteknya, setelah perusahaan emiten berhasil menjual sahamnya di pasar perdana, maka saham tersebut tidak boleh diperjualbelikan di bursa kecuali setelah dijalankan menjadi usaha riil dan uang atau modal tersebut sudah berbentuk barang. Asset barang harus yang dominan Jika ativos perusahaan bermacam-macam barang, jasa, uang dan piutang, maka komposisi barang harus dominan. Para ulama kontemporer memberikan batasan, bahwa asset non barang tidak boleh lebih dari 51. Jika asset perusahaan berbentuk barang, biasanya tidak seluruhnya berbentuk barang, tetapi sebagian kecilnya berbentuk uang kas. Maka yang mengikuti kaidah di atas. Jika asset perusahaan bermacam-macam barang, untuk menentukan jenis barang yang menjadi subjacente a adalah ditentukan yang dominan (aghlabnya). Kaidah yang berlaku jika asset bermacam-macam Jika ativos perusahaan bermacam-macam terdiri dari barang, jasa, uang dan piutang, maka kaidah yang berlaku sesuai dengan usaha perusahaannya yaitu sebagai berikut: Jika usaha perusahaannya berbentuk investasi asset (barang, dan jasa) tersebut, ............................................................ Jika usaha perusahaannya berbentuk jual beli mata uang, maka saham tersebut boleh diperjualbelikan di pasar bursa kecuali dengan mengikuti kaidah sharf. Jika usaha perusahaannya berbentuk investasi dalam piutang, maka saham tersebut boleh diperjualbelikan di pasar bursa dengan mengikuti kaidah utang piutang. Ketiga bentuk aktivitas di pasar bursa di atas dibolehkan dengan syarat tidak dijadikan sebagai hilah untuk melakukan sekuritasi utang dengan cara menggabungkan barang dan jasa tersebut kepada utang. (1) Emiten atau Perusahaan Publik harus memenuhi kriteria sebagai berikut: Jenis usaha, produk barang, jasa yang diberikan dan akad serta cara pengelolaan perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik yang menerbitkan Efek Syariah tidak boleh bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah. Jenis kegiatan usaha tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Di antara kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip tersebut antara lain: Melakukan investasi pada Emiten (perusahaan) yang pada saat transaksi tingkat (nisbah) utang perusahaan kepada lembaga keuangan ribawi lebih dominan de modalnya Lembaga keuangan konvensional (ribawi), termasuk perbankan dan asuransi konvensional Karena Kedua hal di atas termasuk aktivitas ribawi yang diharamkan dalam nash: Perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang karena termasuk maisir (judi) yang dilarang dalam Islam Produsen, distribuidor, serta pedagang makanan dan minuman yang haram dan Produsen, distribuidor, danatau penyedia Barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudara Emiten atau Perusahaan Publik yang bermaksud menerbitkan Efek Syariah wajib untuk menandatangani dan memenuhi ketentuan akad yang sesuai dengan syariah atas Efek Syariah yang dikeluarkan. Emiten atau Perusahaan Publik yang menerbitkan Efek Syariah wajib menjamin bahwa kegiatan usahanya memenuhi Prinsip-prinsip Syariah dan memiliki Shariah Compliance Officer. Dalam Hal Emiten atau Perusahaan Publik yang menerbitkan Efek Syariah sewaktu-waktu tidak memenuhi persyaratan tersebut di atas, maka Efek yang diterbitkan dengan sendirinya sudah bukan sebagai efek syariah. Harga pasar Dari Efek Syariah harus mencerminkan nilai valuasi kondisi yang sesungguhnya dari aset yang menjadi dasar penerbitan Efek tersebut danatau sesuai dengan mekanisme pasar yang teratur, wajar dan efisien serta tidak direkayasa. Pelaksanaan transaksi harus dilakukan menurut prinsip kehati-hatian serta tidak diperbolehkan melakukan spekulasi dan manipulasi yang di dalamnya mengandung unsur terlarang, di antaranya: Bai Najsy. Yaitu melakukan penawaran palsu, hal ini sesuai dengan hadits larangan bai najsy. Bai al-madum. Yaitu melakukan penjualan atas barang (efek syariah) yang belum dimiliki (venda curta), itu maknanya menjual saham yang belum menjadi tanggung jawab, dan itu terlarang sesuai dengan hadits: insider trading. Yaitu memakai informasi orang dalam untuk memperoleh keuntungan atas transaksi yang dilarang. Margem comercial (bai al-hamisy). Yaitu melakukan transaksi atas efek syariah dengan fasilitas pinjaman berbasis bunga atas kewajiban penyelesaian pembelian efek syariah tersebut, Jual beli saham tidak boleh dengan pinjaman berbunga dari corretor saham atau yang sejenisnya. Ihtikar (Penimbunan). Yaitu melakukan pembelian atau dan pengumpulan suatu efek syariah untuk menyebabkan perubahan hari efek syariah, dengan tujuan mempengaruhi pihak lain. (2) Suatu Efek dipandang telah memenuhi prinsip-prinsip syariah apabila telah memperoleh Pernyataan Kesesuaian Syariah. Efek Syariah mencakup Saham Syariah, Obligaz Syariah, Reksa Dana Syariah, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Syariah, dan sur bercharga lainnya yang sesuai dengan Prinsip-prinsip Syariah. Ketentuan hukum Islam terkait Jual beli Valas Sebagaimana dijelaskan dalam fatwa DSN Nomor: 28DSN-MUI III2002 tentang jual beli mata uang (al-sharf), bahwa bentuk-bentuk transaksi jual beli valas yang diharamkan adalah sebagai berikut: Transaksi Forward. Yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukum transaksi frente adalah haram. Karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa8217adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati. Transaksi Swap. Yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga para a frente. Hukumnya haram. Karena mengandung unsur maisir (spekulasi). Opção Transaksi. Você não pode deixar um comentário sobre este assunto. Você não pode deixar de usar. Tire-se de um jejum. Hukumnya haram. Karena mengandung unsur maisir (spekulasi). (3) Hal ini sesuai dengan hadits-hadits Rasulullah Saw, di antaranya:: - - Yang artinya, Ubadah Bin ash Shomit ra meriwayatkan bahwa Rasulullah viu bersabda: (penukaran) antara emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, syair Dengan syair, korma dengan korma, garam dengan garam itu harus sama dan dibayar kontan. Jika berbeda (penukaran) barang di atas, maka juallah barang tersebut sekehendak kamu sekalian dengan syarat di bayar kontan. (H. R Ahmad) Berdasarkan fatwa DSN. Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut: Tidak untuk spekulasi (untung-untungan) Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan) Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (attaqabudh). Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai. (4) Dua ketentuan terakhir di atas itu sesuai dengan ketentuan jual beli mata uang yang dibolehkan adalah sebagai berikut: Jual beli mata uang sejenis harus diserahterimakan secarai tunai dan sama nominal dan jumlahnya. Jual beli mata uang yang berbeda jenis itu harus diserahterimakan secarai tunai. Maka jual beli mata uang yang berbeda jenis dengan perbedaan harga itu dibolehkan. (5) Di antara praktek jual beli valas yang dibolehkan adalah transaksi Spot. Yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (sobre o contador) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh. Karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional. Wallahu alam. (Usbdakwatuna) (1 (Al-Maayir asy-Syariyah No. 21 tentang Saham. Haiatu al-Muhasabah wa al-Murajaah li al-Muassasat al-Maliyah al-Islamiyah, bahrein, Cet. 2018 hal. 293 .. (2) Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional, Edisi Revisi 2006, Jakarta, Diterbitkan atas kerja sama DSN Bank Indonésia, Cet. 2006 hal. 274 (3) fatwa DSN Nomor: 28DSN-MUIIII2002 tentang jual beli mata uang (al-sharf). (4) Fatwa DSN Nomor: 28DSN-MUIIII2002 tentang jual beli mata uang (al-sharf). (5) fatwa DSN Nomor: 28DSN-MUIIII2002 tentang jual beli mata uang (al-sharf).
Comments
Post a Comment